
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا
حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Isra' secara literal maknanya mengajak seseorang berjalan di malam hari, adapun menurut istilah ialah perjalanan Jibril bersama Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis. Dan Mi'raj yaitu alat untuk naik (tangga), sedangkan menurut istilah ialah tanggal yang dipakai naik oleh Rasulullah dari bumi ke langit.
Dalam hadits yang diriwatkan Muslim dari Anas bin Malik Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Jibril membawakan untukku seekor buraq, yaitu sejenis binatang berwarna putih. Binatang itu lebih panjang dari keledai dan lebih pendek daripada baghal. Ia dapat melangkah sejauh mata memandang. Aku menungganginya hingga tiba di Baitul Maqdis dan menambatkannya pada tambatan yang biasanya digunakan para nabi. Aku masuk masjid dan shalat dua rakaat. Ketika aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan susu. Aku memilih susu, Jibril 'alahis salam berkata,
"Engkau memilih yang benar."
Jibril membawaku ke langit. ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya, "Siapakah engkau?"
"Jibril."
"Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad."
"Apakah ia telah diutus?"
"Ya, ia telah diutus."
Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril 'alahis salam minta dibukakan. Ada yang bertanya, "Siapakah engkau?"
"Jibril."
"Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad."
"Apakah ia telah diutus?"
"Ya, ia telah diutus."Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan isa bin Maryam 'alahis salam dan Yahya bin Zakaria 'alahis salam. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. ibril minta dibukakan, ada yang bertanya, "Siapakah engkau?"
"Jibril."
"Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad."
"Ia telah diutus?"
"Ya, ia telah diutus."
Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf 'alahis salam. Ternyata ia telah dikaruniai separuh ketampanan penduduk bumi. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebiakan. Aku dibawa ke langit ke langit ke empat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya, "Siapakah ini?"
"Jibril."
"Siapa bersamamu?"
"Muhammad."
"Apakah ia telah diutus?"
"Dia telah diutus."
Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris 'alahis salam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebikan. Allah Ta'ala berfirman, "Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi." (Maryam[19]:57).
--to be continued--
Komentar
Posting Komentar